Menghitung Jumlah Blok Subnet Pada Kelas A dan B

Yang akan dicari adalah Jumlahnya, BID, NID, dan Range

Pada kelas A :

10.10.10.0/10

yang harus dicari terlebih dahulu adalah subnet mask :

11111111.11000000.00000000.00000000 = 255.192.0.0

  1. Jumlah Subnet

=2ˣ =2² = 4 Subnet           ϵˣ= 1 dari 3 oktet terakhir

2. Jumlah host per subnet = 2ʸ-2                                                                                                                                                                                       =2²²-2                                                                                                                                                                                     =4.194.302 host

dimana ʸ adalah kebalikan ˣ

3. Blok Subnet = 256-192 = 64 (Nilai oktet subnetmask = 64, subnet berikutnya adalaha 64 + 64 = 128 + 64 = 192)

  • Blok 1= 10.10.10.0
  • Blok 2= 10.10.10.64
  • Blok 3= 10.10.10.128
  • Blok 4= 10.10.10.192

 

  • Blok 1= 10.10.10.0

*NID= 10.10.10.0

*BID= 10.10.10.63

*Range= 10.10.10.1- 10.10.10.62

  • Blok 2= 10.10.10.64

*NID= 10.10.10.64

*BID=10.10.10.127

*Range= 10.10.10.65-10.10.10.126

  • Blok 3= 10.10.10.128

*NID= 10.10.10.128

*BID= 10.10l10.191

*Range= 10.10.10.129-10.10.10.190

  • Blok 4= 10 .10.10.192

*NID= 10.10.10.192

*BID= 10.10.10.255 ( maksimal host -1, jadi 256-1 = 255)

*Range= 10.10.10.193-10.10.10.254

 

Untuk kelas B:

169.254.10.0/16

11111111.11111111.00000000.00000000

255.255.0.0

1)Jumlah subnet

= 2ˣ  = 2⁰= 1 subnet

2) Jumlah host per subnet = 2ᶦ⁶-2 = 65.534 host

3) Blok subnet = 256-0 = 256

=0, 256

  • Blok 1

*NID= 169.254.10.0

*BID= 169.254.255.255

*Range= 169.254.10.1 – 169.254.255.254

Cara nge-Hosting di Idhostinger

Dibawah ini adalah tutorial nge-hosting di Idhostinger, cekidot..

 

1. Buka http://www.idhostinger.com dan klik “Buat Akun”

klik daftar

 

2.Isi form pendaftarannya

1

 

3.Buka gmail,klik link yang ada di kiriman untuk meng-aktifasi akun anda

4. Setelah klik link, akan dialihkan ke web tersebut, lalu klik Paket Hosting yang gratis

2

 

5. Setelah itu, silahkan isi Subdomain dan password nya

3

 

6. di “Konfirmasi Order Anda” langsung centang “Saya bukan robot”, lalu klik “Order”

47. masuk ke cpanel, lalu ke menu “Database”, lalu klik Database Mysql untuk buat database baru, isi data-datanya dengan benar

5

 

8. ke menu “Website”, lalu klik “Impor Website”, letakkan file dengan format .zip, .tar atau .tar.gz dari website anda

6

 

9. Setelah file ter upload, lalu tinggal buka website dengan domain yang anda buat tadi. Terimakasih

7

Terimakasih telah mengunjungi blog saya ^^

 

Sistem Bilangan Multiplexer

 

Multiplexer

Multiplekser atau disingkat MUX adalah alat atau komponen elektronika yang bisa memilih input (masukan) yang akan diteruskan ke bagian output(keluaran). Pemilihan input mana yang dipilih akan ditentukan oleh signal yang ada di bagian kontrol (kendali) Select.

Skema Multiplexer 2 input-ke-1 output

Komponen yang berfungsi kebalikan dari MUX ini disebut Demultiplekser(DEMUX). Pada DEMUX, jumlah masukannya hanya satu, tetapi bagian keluarannya banyak. Signal pada bagian input ini akan disalurkan ke bagian output (channel) yang mana tergantung dari kendali pada bagian SELECTnya.

Tujuan Muliplexing
– meningkatkan effisiensi penggunaan bandwidth / kapasitas saluran transmisi dengan cara berbagi akses bersama.

Jenis Teknik Multiplexing
Teknik Multiplexing yang umum digunakan adalah :
a. Time Division Multiplexing (TDM) : – Synchronous TDM
– Asynchronous TDM
b. Frequency Division Multiplexing (FDM)
c. Code Division Multiplexing (CDM)
Time Division Multiplexing (TDM)
Secara umum TDM menerapkan prinsip pemnggiliran waktu pemakaian saluran transmisi dengan mengalokasikan satu slot waktu (time slot) bagi setiap pemakai saluran (user).

TDM yaitu Terminal atau channel pemakaian bersama-sama kabel yang cepat dengan setiap channel membutuhkan waktu tertentu secara bergiliran (round-robin time-slicing). Biasanya waktu tersebut cukup digunakan untuk menghantar satu bit (kadang-kadang dipanggil bit interleaving) dari setiap channel secara bergiliran atau cukup untuk menghantar satu karakter (kadang-kadang dipanggil character interleaving atau byte interleaving). Menggunakan metoda character interleaving, multiplexer akan mengambil satu karakter (jajaran bitnya) dari setiap channel secara bergiliran dan meletakkan pada kabel yang dipakai bersama-sama sehingga sampai ke ujung multiplexer untuk dipisahkan kembali melalui port masing-masing. Menggunakan metoda bit interleaving, multiplexer akan mengambil satu bit dari setiap channel secara bergiliran dan meletakkan pada kabel yang dipakai sehingga sampai ke ujung multiplexer untuk dipisahkan kembali melalui port masing-masing. Jika ada channel yang tidak ada data untuk dihantar, TDM tetap menggunakan waktu untuk channel yang ada (tidak ada data yang dihantar), ini merugikan penggunaan kabel secara maksimun. Kelebihanya adalah karena teknik ini tidak memerlukan guardband jadi bandwidth dapat digunakan sepenuhnya dan perlaksanaan teknik ini tidak sekompleks teknik FDM. Teknik TDM terdiri atas :

Synchronous TDM
Hubungan antara sisi pengirim dan sisi penerima dalam komunikasi data yang menerapkan teknik Synchronous TDM dijelaskan secara skematik pada gambar

Gambar Synchronous TDM
Cara kerja Synchronous TDM dijelaskan dengan ilustrasi dibawah ini
Gambar Ilustrasi hasil sampling dari input line
Asynchronous TDM
Untuk mengoptimalkan penggunaan saluran dengan cara menghindari adanya slot waktu yang kosong akibat tidak adanya data ( atau tidak aktif-nya pengguna) pada saat  sampling setiap input line, maka pada Asynchronous TDM proses sampling hanya dilakukan untuk input line yang aktif saja. Konsekuensi dari hal tersebut adalah perlunya menambahkan informasi kepemilikan data pada setiap slot waktu berupa identitas
pengguna atau identitas input line yang bersangkutan.

Penambahan informasi pada setiap slot waktu yang dikirim merupakan overhead pada Asynchronous TDM.
Gambar di bawah ini menyajikan contoh ilustrasi yang sama dengan gambar Ilustrasi hasil sampling dari input line jika ditransmisikan dengan Asynchronous TDM.

Gambar Frame pada Asysnchronous TDM
Frequency Division Multiplexing (FDM)

Prinsip dari FDM adalah pembagian bandwidth saluran transmisi atas sejumlah kanal (dengan lebar pita frekuensi yang sama atau berbeda) dimana masing-masing kanal dialokasikan ke pasangan entitas yang berkomunikasi. Contoh aplikasi FDM ini yang polpuler pada saat ini adalah Jaringan Komunikasi Seluler, seperti GSM ( Global System Mobile) yang dapat menjangkau jarak 100 m s/d 35 km. Tingkatan generasi GSM adalah sbb:

First-generation: Analog cellular systems (450-900 MHz)

* Frequency shift keying for signaling
* FDMA for spectrum sharing
* NMT (Europe), AMPS (US)

Second-generation: Digital cellular systems (900, 1800 MHz)

* TDMA/CDMA for spectrum sharing
* Circuit switching
* GSM (Europe), IS-136 (US), PDC (Japan)

2.5G: Packet switching extensions

* Digital: GSM to GPRS
* Analog: AMPS to CDPD

3G:

* High speed, data and Internet services
* IMT-2000

Gambar Pemakaian Frekwensi pada GSM
FDM yaitu pemakaian secara bersama kabel yang mempunyai bandwidth yang tinggi terhadap beberapa frekuensi (setiap channel akan menggunakan frekuensi yang berbeda). Contoh metoda multiplexer ini dapat dilihat pada kabel coaxial TV, dimana beberapa channel TV terdapat beberapa chanel, dan kita hanya perlu tunner (pengatur channel) untuk gelombang yang dikehendaki. Pada teknik FDM, tidak perlu ada MODEM karena multiplexer juga bertindak sebagai modem (membuat permodulatan terhadap data digital). Kelemahan Modem disatukan dengan multiplexer adalah sulitnya meng-upgrade ke komponen yang lebih maju dan mempunyai kecepatan yang lebih tinggi (seperti teknik permodulatan modem yang begitu cepat meningkat). Kelemahannya adalah jika ada channel (terminal) yang tidak menghantar data, frekuensi yang dikhususkan untuk membawa data pada channel tersebut tidak tergunakan dan ini merugikandan juga harganya agak mahal dari segi pemakaian (terutama dibandingkan dengan TDM) kerana setiap channel harus disediakan frekuensinya. Kelemahan lain adalah kerana bandwidth jalur atau media yang dipakai bersama-sama tidak dapat digunakan sepenuhnya, kerana sebagian dari frekuensi terpaksa digunakan untuk memisahkan antara frekuensi channelchannel yang ada. Frekuensi pemisah ini dipanggil guardband.
Gambar Frequency Division Multiplexing
Pengalokasian kanal (channel) ke pasangan entitas yang berkomunikasi diilustrasikan pada gambar dibawah ini :

Code Division Multiplexing (CDM)

Code Division Multiplexing (CDM) dirancang untuk menanggulangi kelemahankelemahan yang dimiliki oleh teknik multiplexing sebelumnya, yakni TDM dan FDM.. Contoh aplikasinya pada saat ini adalah jaringan komunikasi seluler CDMA (Flexi) Prinsip kerja dari CDM adalah sebagai berikut :
1. Kepada setiap entitas pengguna diberikan suatu kode unik (dengan panjang 64 bit) yang disebut chip spreading code.

2. Untuk pengiriman bit ‘1’, digunakan representasi kode (chip spreading code) tersebut.

3. Sedangkan untuk pengiriman bit ‘0’, yang digunakan adalah inverse dari kode tersebut.

4. Pada saluran transmisi, kode-kode unik yang dikirim oleh sejumlah pengguna akan ditransmisikan dalam bentuk hasil penjumlahan (sum) dari kode-kode tersebut.

5. Di sisi penerima, sinyal hasil penjumlahan kode-kode tersebut akan dikalikan dengan kode unik dari si pengirim (chip spreading code) untuk diinterpretasikan.
selanjutnya :
– jika jumlah hasil perkalian mendekati nilai +64 berarti bit ‘1’,
– jika jumlahnya mendekati –64 dinyatakan sebagai bit ‘0’.

Contoh penerapan CDM untuk 3 pengguna (A,B dan C) menggunakan panjang kode 8 bit (8-chip spreading code) dijelaskan sebagai berikut :

a. Pengalokasian kode unik (8-chip spreading code) bagi ketiga pengguna :

– kode untuk A : 10111001
– kode untuk B : 01101110
– kode untuk C : 11001101

b. Misalkan pengguna A mengirim bit 1, pengguna B mengirim bit 0 dan pengguna C mengirim bit 1. Maka pada saluran transmisi akan dikirimkan kode berikut :

– A mengirim bit 1 : 10111001 atau + – + + + – – +
– B mengirim bit 0 : 10010001 atau + – – + – – – +
– C mengirim bit 1 : 11001101 atau + + – – + + – +
– hasil penjumlahan (sum) = +3,-1,-1,+1,+1,-1,-3,+3

c. Pasangan dari A akan menginterpretasi kode yang diterima dengan cara :

– Sinyal yang diterima : +3 –1 –1 +1 +1 –1 –3 +3
– Kode milik A : +1 –1 +1 +1 +1 -1 –1 +1
– Hasil perkalian (product) : +3 +1 –1 +1 +1 +1 +3 +3 = 12
Nilai +12 akan diinterpretasi sebagai bit ‘1’ karena mendekati nilai +8.

d. Pasangan dari pengguna B akan melakukan interpretasi sebagai berikut :

– sinyal yang diterima : +3 –1 –1 +1 +1 –1 –3 +3
– kode milik B : –1 +1 +1 –1 +1 +1 +1 –1
– jumlah hasil perkalian : –3 –1 –1 –1 +1 –1 –3 –3 = -12
berarti bit yang diterima adalah bit ‘0’, karena mendekati nilai –8.

 

Perintah – perintah Dasar Linux Beserta Fungsinya.

banner-perintah-dasar-linux-300x225

1. mkdir – membuat direktori.
  • sintaks :

    mkdir [OPTION] DIRECTORY...
  • contoh :

    $ mkdir data
2. ls – menampilkan isi dari direktori.
  • sintaks :

    ls [OPTION]... [FILE]...
  • contoh :

    $ ls -ls
3. pwd – menampilkan tempat direktori yang sedang dikerjakan.
  • sintaks :

    $ pwd
4. cp – mengcopy file dan direktori.
  • sintaks :

    cp [OPTION]... SOURCE DEST
  • contoh :

    $ cp sample.txt sample_copy.txt
    $ cp sample_copy.txt target_dir
5. mv – memindahkan atau merubah nama file.
  • sintaks :

    mv [OPTION]... SOURCE DEST
  • contoh :

    $ mv source.txt target_dir
    $ mv old.txt new.txt
6. rm -­ menghapus file atau direktori.
  • sintaks :

    rm [OPTION]... FILE...
  • contoh :

    $ rm file1.txt , rm ­rf some_dir
7. find – mencari file dalam sebuah direktori.
  • sintaks :

    find [OPTION] [path] [pattern]
  • contoh :

    $ find file1.txt, find ­name file1.txt
8. touch – Update waktu akses dan modifikasi setiap BERKAS ke waktu sekarang. Argumen FILE yang tidak ada menjadi ada kosong.
  • sintaks:

    touch [OPTION]... FILE...
  • contoh :

    $ touch done
9. file – menentukan jenis file.
  • sintaks:

    file [OPTION...] [FILE...]
  • contoh :

    $ file ubuntu-desktop.pdf
10. locate – menemukan atau mencari file.
  • sintaks :

    locate [OPTION]... FILE...
  • contoh :

    $ locate file1.txt
11. whereis – locate the binary, source, and manual page files for a command.
  • sintaks :

    whereis [-bmsu] [-BMS directory...  -f] filename...
  • contoh :

    $ whereis ssh
12. cat – menggabungkan file dan cetak pada keluaran standar.
  • sintaks :

    cat [OPTION] [FILE]...
  • contoh :

    $ cat avatar.avi.001 avatar.avi.002 > avatar.avi
    $ cat readme.txt
13. echo – menampilkan baris teks.
  • sintaks :

    echo [OPTION] [string] ...
  • contoh :

    $ echo I love Indonesia
    $ echo $HOME
14. grep – mencetak baris yang cocok dengan pola.
  • sintaks :

    grep [OPTION] PATTERN [FILE]...
  • contoh :

    $ grep ­i apple sample.txt
15. wc – mencetak jumlah baris, kata, dan byte di file.
  • sintaks :

    wc [OPTION]... [FILE]...
  • contoh :

    $ wc file1.txt
16. sort – mengurutkan file teks baris.
  • sintaks :

    sort [OPTION]... [FILE]...
  • contoh :

    $ sort file1.txt
17. md5sum – compute and check MD5 message digest.
  • sintaks :

    md5sum [OPTION]... [FILE]...
  • contoh :

    $ md5sum LinuxMint-5-Fluxbox.iso > md5sums
    $ md5sum -c md5sums
18. chmod – mengubah hak akses file.
  • sintaks :

    chmod [OPTION] [MODE] [FILE]
  • contoh :

    $ chmod 744 calculate.sh
19. chown – mengubah pemilik file dan group.
  • sintaks :

    chown [OPTION]... OWNER[:[GROUP]] FILE...
  • contoh :

    $ chown ugos myfile.txt
20. su – mengubah user ID atau menjadi super-user.
  • sintaks :

    su [OPTION] [LOGIN]
  • contoh :

    $ su ugos
    $ su
21. passwd – update token otentikasi pengguna.
  • sintaks :

    passwd [options] [LOGIN]
  • contoh :

    $ passwd ugos
22. who – menunjukkan siapa yang login.
  • sintaks :

    who [OPTION]
  • contoh :

    $ who
23. ps – laporan snapshot dari proses saat ini.
  • sintaks :

    ps [OPTION]
  • contoh :

    $ ps ax
24. kill – untuk membunuh proses (menggunakan mekanisme sinyal).
  • sintaks :

    kill [OPTION] pid
  • contoh :

    $ kill ­9 2275
25. lsusb – daftar perangkat USB.
  • sintaks :

    $ lsusb
26. jobs – menampilkan nama dan id latar belakang pekerjaan.
  • sintaks :

    $ jobs
27. top – tampilan tugas Linux.
  • sintaks :

    top -hv | -bcisSH -d delay -n iterations [-u user | -U user] -p pid [,pid ...]
  • contoh :

    $ top
28. clear – menghapus layar terminal.
  • sintaks :

    $ clear
29. free – menampilkan jumlah memori yang bebas dan digunakan dalam sistem.
  • sintaks :

    free [-b | -k | -m | -g] [-o] [-s delay ] [-t] [-V]
  • contoh :

    $ free -m
30. rar – arsip file dengan kompresi.
  • sintaks :

    rar <command> [-<switch 1> -<switch N>] archive [files...]
  • contoh :

    $ rar original.rar original

NB: Jika kesulitan mencari, gunakan ctrl+f, untuk membantu dalam pencarian.

Referensi :http://elp-post.blogspot.com/2013/03/panduan-perintah-dasar-linux-beserta_7548.html

Terimakasih ^^

Virtual Box.

Virtual Box

VirtualBox

Pengertian dan Fungsi

VirtualBox adalah perangkat lunak virtualisasi, yang dapat digunakan untuk mengeksekusi sistem operasi “tambahan” di dalam sistem operasi “utama”. Sebagai contoh, jika seseorang mempunyai sistem operasi MS Windows yang terpasang di komputernya, maka seseorang tersebut dapat pula menjalankan sistem operasi lain yang diinginkan di dalam sistem operasi MS Windows.

Virtual Box ini sering digunakan untuk :

-Mencoba sistem operasi yang berbeda, os utama menggunakan linux sedangkan os virtual menggunakan windows atau sebaliknya
-Mencoba sistem operasi yang baru rilis, biasanya digunakan untuk melakukan te distro linx terbaru
-Simulasi jaringan, os utama sebagai client sementara os virtual sebagai server ataupun sebaliknya
-Simulasi security computer, os utama sebagai hacker dan os virtual sebagai target

Manfaat virtualisasi :

Bagi kalian yang ingin mencoba sistem operasi terbaru, aplikasi ini sangat cocok untuk kalian, kalian dapat mencoba-coba sistem operasi tanpa perlu menginstallnya secara permanent kedalam hardisk. Hemat biaya hardware, tak perlu membeli banyak komputer untuk memakai banyak sistem operasi sekaligus.Saat ini, VirtualBox dapat berjalan di Windows, Linux, Macintosh, Solaris hosts serta mendukung sejumlah besar sistem operasi tamu namun tidak terbatas pada Windows (NT 4.0, 2000, XP, Server 2003, Vista, Windows 7), DOS/Windows 3.x, Linux (2.4 and 2.6), Solaris dan OpenSolaris, OS/2, dan juga OpenBSD.
Sampai saat ini VirtualBox telah mencapai versi 4.1.2 yang dirilis pada 2011/08/15, untuk detail perbaikan fitur pada versi ini bisa Anda lihat pada menu Changelog. Anda dapat mengunduh VirtualBox versi terbaru, VirtualBox

Jika kalian ingin mendownload software ini, buka browser dan ketikkan alamat websitenya http://www.virtualbox.org dan akan tampil seperti ini.

lalu cari menu download nya, tunggu download-nya hingga selesai, install seperti biasa

Demikian post an dari saya, Terimakasih ^^ Wasalamualaikum.

 

Cara instalasi step by step Linux OpenSUSE Versi 11.0 Beserta Tutorial Video-nya

Pengertian Operating System Linux Open SUSE 11.0

Linux merupakan salah satu contoh hasil pengembangan perangkat lunak bebas dan sumber terbuka utama. Seperti perangkat lunak bebas dan sumber terbuka lainnya pada umumnya, kode sumber Linux dapat dimodifikasi, digunakan dan didistribusikan kembali secara bebas oleh siapapun. Nama “Linux” berasal dari nama kernelnya (kernel Linux), yang dibuat tahun 1991 oleh Linus Torvalds. Sistemnya, peralatan sistem dan pustakanya umumnya berasal dari sistem operasi GNU, yang diumumkan tahun 1983 oleh Richard Stallman. Kontribusi GNU adalah dasar dari munculnya nama alternatif GNU/Linux.

Linux telah lama dikenal untuk penggunaannya di server, dan didukung oleh perusahaan-perusahaan komputer ternama seperti Dell, Hewlett-Packard, IBM, Novell, Oracle Corporation, Red Hat, dan Sun Microsystems. Linux digunakan sebagai sistem operasi di berbagai macam jenis perangkat keras komputer, termasuk komputer desktop, superkomputer, dan sistem benam seperti pembaca buku elektronik, sistem permainan video (PlayStation 2, PlayStation 3 dan XBox), telepon genggam dan router. Para pengamat teknologi informatika beranggapan kesuksesan Linux dikarenakan Linux tidak bergantung kepada vendor (vendor independence), biaya operasional yang rendah, dan kompatibilitas yang tinggi dibandingkan versi UNIX tak bebas, serta faktor keamanan dan kestabilannya yang tinggi dibandingkan dengan sistem operasi lainnya seperti Microsoft Windows. Ciri-ciri ini juga menjadi bukti atas keunggulan model pengembangan perangkat lunak sumber terbuka (opensource software).

Sistem operasi Linux yang dikenal dengan istilah distribusi Linux (Linux distribution) atau distro Linux umumnya sudah termasuk perangkat-perangkat lunak pendukung seperti server web, bahasa pemrograman, basisdata, tampilan desktop (desktop environment) (seperti GNOME dan KDE), dan paket aplikasi perkantoran (office suite) seperti OpenOffice.org, KOffice, Abiword, dan Gnumeric.

Perbedaan utama antara Linux dan sistem operasi populer lainnya terletak pada kernel Linux dan komponen-komponennya yang bebas dan terbuka. Linux bukan satu-satunya sistem operasi dalam kategori tersebut, walaupun demikian Linux adalah contoh terbaik dan terbanyak digunakan. Beberapa lisensi perangkat lunak bebas dan sumber terbuka berdasarkan prinsip-prinsip copyleft, sebuah konsep yang menganut prinsip: karya yang dihasilkan dari bagian copyleft harus juga merupakan copyleft. Lisensi perangkat lunak bebas yang paling umum, GNU GPL, adalah sebuah bentuk copyleft, dan digunakan oleh kernel Linux dan komponen-komponen dari proyek GNU.

Sistem Linux berkaitan erat dengan standar-standar POSIX,[18] SUS,[19] ISO dan ANSI. Akan tetapi, baru distribusi Linux-FT saja yang mendapatkan sertifikasi POSIX.1.[20]

Proyek-proyek perangkat lunak bebas, walaupun dikembangkan dalam bentuk kolaborasi, sering dirilis secara terpisah. Akan tetapi, dikarenakan lisensi-lisensi perangkat lunak bebas secara eksplisit mengijinkan distribusi ulang, terdapat proyek-proyek yang bertujuan untuk mengumpulkan perangkat lunak-perangkat lunak tersebut dan menjadikannya tersedia dalam waktu bersamaan dalam suatu bentuk yang dinamakan distribusi Linux.

Sebuah distribusi Linux, yang umum disebut dengan “distro”, adalah sebuah proyek yang bertujuan untuk mengatur sebuah kumpulan perangkat lunak berbasis Linux dan memfasilitasi instalasi dari sebuah sistem operasi Linux. Distribusi-distribusi Linux ditangani oleh individu, tim, organisasi sukarelawan dan entitas komersial. Distribusi Linux memiliki perangkat lunak sistem dan aplikasi dalam bentuk paket-paket dan perangkat lunak yang spesifik dirancang untuk instalasi dan konfigurasi sistem. Perangkat lunak tersebut juga bertanggung jawab dalam pemutakhiran paket. Sebuah Distribusi Linux bertanggung jawab atas konfigurasi bawaan, sistem keamanan dan integrasi secara umum dari paket-paket perangkat lunak sistem Linux.

Pengguna Linux, yang pada umumnya memasang dan melakukan sendiri konfigurasi terhadap sistem, lebih cenderung mengerti teknologi dibanding pengguna Microsoft Windows atau Mac OS. Mereka sering disebut hacker atau geek. Namun stereotipe ini semakin berkurang dengan peningkatan sifat ramah-pengguna Linux dan makin luasnya pengguna distribusi. Linux telah membuat pencapaian yang cukup baik dalam pasaran komputer server dan komputer tujuan khusus, seperti mesin render gambar dan server web. Linux juga mulai populer dalam pasaran komputer desktop.

Linux merupakan asas kepada kombinasi program-server LAMP, kependekan dari Linux, Apache, MySQL, Perl/PHP/Python. LAMP telah mencapai popularitas yang luas di kalangan pengembang Web.

Linux juga sering digunakan sebagai sistem operasi embeded. Biaya pengadaan Linux yang murah memungkinkan penggunaannya dalam peralatan seperti simputer, yaitu komputer berbiaya rendah yang ditujukan pada penduduk berpendapatan rendah di Negara-negara berkembang.

Dengan lingkungan desktop seperti KDE dan GNOME, Linux menawarkan antarmuka pengguna yang lebih menyerupai Apple Macintosh atau Microsoft Windows daripada antarmuka baris teks seperti Unix. Oleh karena itu, lebih banyak program grafik dapat ditemui pada Linux yang menawarkan berbagai fungsi yang ada pada utilitas komersil.

Linux Open SUSE 11.0 merupakan salah satu fersi OS Linux yang paling baru, dirilis di Indonesia pada Juni 2008. yang membedakan Linux Open SUSE dengan OS lainya yaitu implementasi mono di openSUSE yang mulus, karena memang dimotori oleh Novell. YaST tentu saja menjadi ikon-nya openSUSE yang akhirnya membuka mata dunia bahwa ada Control Panel semudah Windows di Linux bahkan menurut banyak orang lebih baik.openSUSE 11.0 merupakan versi yang fenomenal karena banyak perubahan yang significant yang membuat openSUSE berada pada kelas atas. Penampilan desktop linux yang kusam dan kurang bersahabat sekarang sudah sirna, bahkan YaST (Control Panelnya SUSE) lebih baik dibandingkan Control Panel-nya Windows.
Linux yang pada awalnya hanya merupakan sistem operasi yang digunakan oleh peminat komputer, telah menjadi sistem yang lebih user-friendly, dengan antaramuka grafik yang berbagai macam aplikasi yang lebih mirip sistem operasi lain, daripada baris perintah Unix. Namun kesan ini telah menimbulkan banyak kritikan, termasuk dari pendukung Linux. Mereka berpendapat bahwa Linux dan proyek program bebas masih belum mencapai faktor “ke’mudahan’an dalam pemakaian” yang memuaskan. Persoalan tentang ke’mudah’an Linux dibanding Windows atau Macintosh masih menjadi isu perdebatan yang hangat. Pasaran Linux dalam komputer “desktop” masih agak kecil tapi semakin berkembang. Menurut Lembaga Penyelidikan Pasaran IDC, besar pasaran bagi Linux pada tahun 2002 adalah 25% bagi pasaran server, dan 2.8% bagi pasaran Komputer pribadi.

Bagi mereka yang hanya biasa menggunakan Windows atau Macintosh, Linux mungkin kelihatan lebih sukar disebabkan perbedaan dalam melakukan berbagai kerja komputer. Dan lagi, pengguna perlu menukar program yang sering digunakan, disebabkan program tersebut tidak didapati dalam Linux (atau pilihan yang agak terbatas, misalnya permainan komputer). Faktor lain adalah sifat ragu-ragu pengguna yang merasa susah untuk melepaskan sistem operasi mereka (banyak pengguna masih menggunakan Windows). Selain itu, kebanyakan komputer didatangkan dengan Windows siap pakai (preinstalled). Faktor-faktor ini menyebabkan perkembangan Linux yang agak lambat.

Walau bagaimanapun, kelebihan Linux seperti biaya rendah, sekuritas yang lebih aman, dan tidak bergantung pada vendor, telah meningkatkan penggunaan yang luas di kalangan korporasi dan perkantoran. Dalam situasi ini, halangan yang disebut di atas dapat dikurangi karena hanya aplikasi/utiliti yang terbatas digunakan, serta administrasi dan konfigurasi komputer (administration) dikendalikan oleh sekumpulan pekerja pakar IT yang sedikit.

Terdapat berbagai kajian yang dilakukan terbatas biaya serta ke’mudahan’an Linux. Relevantive, (sebuah lembaga berpusat di Berlin, yang mengkhususkan diri dalam riset lembaga tentang ke’mudahan’an program, serta servis web), telah membuat kesimpulan bahawa ke’dapatpakai’an Linux bagi pekerjaan dengan komputer “desktop” adalah hampir sama dengan Windows XP. Bagaimanapun, kajian oleh IDC (yang dibiayai oleh Microsoft) mengklaim bahwa Linux mempunyai biaya pemilikan (Total Cost of Ownership) yang lebih tinggi dibanding Windows.

Linux juga sering dikritik karena jadwal penembangannya yang tidak dapat diduga. Secara langsung, menyebabkan pengguna Enterprise kurang selesa dengan Linux dibanding sistem operasi lain (Sumber:Marcinkowski, 2003). Pilihan yang banyak dalam hal distribusi Linux juga dikatakan membingungkan konsumer, dan vendor program.

Proses instalasi Linux yang sukar seringkali menjadi penghalang bagi pengguna baru, namun proses ini sekarang menjadi lebih mudah. Dengan penerimaan Linux oleh beberapa pabrikan komputer pribadi besar, komputer terpasang (built up) dengan distribusi Linux banyak tersedia. Selain itu, terdapat juga distribusi Linux yang dapat dijalankan (boot) secara langsung dari cakram optik (CD) tanpa perlu diinstalasi ke cakram keras (hard disk); hal ini dikenal dengan istilah Live CD. Contoh distribusi dalam bentuk Live CD adalah Knoppix/Gnoppix, Kubuntu/Ubuntu dan Gentoo. Saat ini hampir semua distribusi Linux menyediakan versi Live CD untuk produknya. ISO image untuk cakram optik untuk distribusi Linux tersebut biasanya dapat diunduh dari Internet, dibakar ke CD, dan selanjutnya dapat digunakan sebagai CD yang siap untuk proses boot.

Instalasi Linux juga merupakan instalasi berupa suite, yaitu dimana penginstalasian tersebut secara otomatis menginstalasi program-program standar, seperti pemutar MP3, Office Suite, dan pengolah gambar.

Cara mengistal Linux Open SUSE 11.0
Cara menginstal :
Siapakan alat dan bahan yang dibutuhkan, yaitu DVD Linux Open SUSE 11.0
Hidupkan PC, kemudian masukkan DVD Linux Open SUSE 11.0
Tekan Ctrl+Alt+Del untuk me-restert PC
Lihat petunjuk untuk masuk ke menu BIOS di layar monitor
Kemudian masuk ke menu BIOS, setting Boot Priority Order-nya, sehingga urutan boot-nya menjadi: IDE DVD di urutan pertama dan HDD diurutan kedua.
Tekan F10 untuk keluar dan menyimpan pengaturan. Setelah itu PC akan merestart kembali dan tunggu beberapa saat.
Setalah muncul tampilan seperti di bawah ini, pilih Installation dengan cara menekan panah arah bawah pada keyboard. Kemudian tekan F3, lalu pilih sesuai kebutuhan (disesuaikan dengan memory) (untuk memory yang terbatas dianjurkan menggunaka Teks Mode)

Setelah muncul tampilan seperti di bawah ini, tunggu beberapa saat.

Pilih Language (dengan cara Alt+L) dan pilih Keyboard Layout (dengan cara Alt+K). Kemudian baca License Agreement, untuk menyetujuinya pilih I Agree to the License Terms (dengan cara Alt+A). Lalu tekan tombol Alt+N (Next) untuk melanjutkan.

Pada saat di system Probing tunggu beberapa saat.

Setelah muncul tampilan Installation Mede, pilih New Installation (dengan cara Alt+I). Kemudian tekan tombol Alt+N (Next) untuk ke step selanjutnya.

Setelah itu, atur Clock and Time Zone. Pertama atur Region (dengan cara Alt+E) kemudian pilih Asia, lalu atur Time Zone (dengan cara Alt+Z) kemudian pilih Jakarta. Setelah itu tekan tombol Alt+N (Next) untuk melanjutkan.

Setelah muncul tampilan Desktop Selection, pilih sesuai keinginan (GNOME, KDE 4.0 dan KDE 3.5 merupakan berbasis GUI) (disarankan menggunakan Minumal Server Selection (Text Mode)) (dengan cara Alt+I). Lalu tekan tombol Alt+N (Next) untuk ke tahap selanjutnya.

Pada saat berada di Suggested Partitioning, pilih Create Partition Setup… (dengan cara Alt+C).

Setelah muncul tampilan seperti di bawah ini, pilih Costom Partitioning (for experts) (dengan cara Alt+C).

Setelah muncul tampilan Expert Partitioner, pilih Create (dengan cara Alt+C). Kemudian Pilih Extended Partition (dengan cara Alt+E).

Lalu, atur File System-nya (dengan cara Alt+S) kemudian pilih Swap. Kemudian atur Size, pilih End (dengan cara Alt+D) kemudian isikan +1GB pada kotak kosong di bawahnya. Tekan Alt+O (OK) untuk melanjutkan.

Setelah itu pilih Create lagi (dengan cara Alt+C). Setelah muncul tampilan seperti di bawah ini. Atur File System (dengan cara Alt+S) kemudian pilih Ext3. Setelah itu atur Mount Point (dengan cara Alt+M) kemudian pilih root (/). Setelah itu atur Size, pilih End (dengan cara Alt+D) kemudian isikan +5GB pada kotak kosong di bawahnya. Tekan Alt+O (OK) untuk melanjutkan.

Setelah itu pilih Create lagi (dengan cara Alt+C). Setelah muncul tampilan seperti di bawah ini. Atur File System (dengan cara Alt+S) kemudian pilih Ext3. Setelah itu atur Mount Point (dengan cara Alt+M) kemudian pilih home(/home).Tidak perlu mengatur size karena kita akan menggunakan kapasitas sisa yang dimiliki. Tekan Alt+O (OK) untuk melanjutkan

Saat muncul tampilan seperti di bawah ini, dan kita yakin telah mempartisinya dengan benar, maka tekan tombol Alt+N (Next) pada keyboard untuk melanjutkan ke tahap selanjutnya.

Pada saat kita telah kembali ke Suggested Partitioning, tekan tombol Alt+N (Next) untuk melanjutkan.

Pada saat berada di Create New User, isikan nama panjang user pada User’s Full Name (pilih dengan cara Alt+F), kemudian isikan nama panggilan pada Username (pilih dengan cara Alt+U), setelah itu tuliskan password pada kotak kosong dibawah tulisan Password (pilih dengan cara Alt+P) setelah itu tulis ulang password tersebut pada Confirm Password (pilih dengan cara Alt+O). tekan tombol Alt+N (Next) untuk melanjutkan ke tahap selanjutnya.

Pada saat di Password for the System Administrator “root”, tuliskan password untuk administrator di Password for root User (pilih dengan cara Alt+P) kemudian tulis ulang password tersebut pada Confirm Password. Kemudian tekan tombol Alt+N (Next) untuk melanjutkan.

Pada saat di Installation Settings, tekan tombol Alt+I (Install) untuk melanjutkan ketahap selanjutnya yaitu menginstal.

Tunggu beberapa saat proses mengistal. Setelah itu tekan tombol Alt+N (Next).

Pada saat muncul tampilan seperti di bawah ini tunggu beberapa saat, kemudian tekan Alt+N (Next) untuk melanjutkan.

Pada saat pengecekan seperti di bawah ini, tunggu beberapa saat.

Saat di Automatic Configuration, tunggu beberapa saat kemudian tekan Alt+N (Next) untuk melanjutkan ke step selanjutnya.

Pada saat muncul tampilan seperti di bawah ini, berarti anda telah berhasil menginstal Linux Open SUSE 11.0 berb asis teks dan siap di operasikan.

Gambar dibawah ini adalah tampilan awal/desktop OpenSuse 11.0

opensuse-linux-11-desktop-picture

Biar lebih jelas, berikut tutorial videonya :